Temui Bayanganku Dibalik Penyesalanmu

( adyputrahandika )

Sumber gambar ; Amanat.id

Atas nama kegagalan berkali-kali, ketakutan yang terulang lagi, bahkan penolakan yang tak bisa dinegosiasi. Telah menjadi hantu yang  barada dipameran kesibukan pada pendopo waktu. Akhirnya aku harus benar – benar yakin bahwa ketakutan terbesar adalah menjadi budak bagi diri sendiri.  Sebab dirimu sudah terlanjur menjadi Ratu yang memegang kendali kehidupanku. 

Aku lelaki setengah sadar yang menulis ini setelah diperkosa sunyi ditepi sepi paling unik. Sebab masih ada sedikit suara yang berbisik di balik jeruji ingatan ; ” aku tidak mau berurusan lagi dengan lelaki bejat seperti mu “. Kalimat pahit yang harus menjadi santapanku setiap detik.

Nasib buruk adalah cara Tuhan menghanyutkanku diantara gelombang harapan dan arus penolakan yang begitu besar . Hingga tenggelam dalam keadaan pasrah dan mati menelan kenyataan yang asin.

Antara Tuhan, Negara, dan Kamu adalah panggung bagi air mataku berpuisi dengan bait – bait luka yang menjemput kematian.  Yang paling menyakitkan adalah keterlibatan dirimu sebagai pembunuh dengan cara paling sederhana.

Kematian orang yang sudah lebih dulu dimarjinalkan memang tidak pantas untuk dikenang. Apalagi dengan cara berpura-pura terkejut, dan jelasnya tidak perlu merasa paling menyesal atas semua keputusan yang menjadi senjata dibalik kematianku, bahkan tidak usah untuk ikut serta dalam merayakan kesedihan dan acara pemakaman.

( Beberapa hari setelah ini kau akan menemui ku dibalik penyesalan  yang kau ciptakan sendiri ).


Selesai

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai